saya tidak mengingkari bahwa sedekah adalah salah satu bentuk ikhtiar untuk mendapatkan keberkahan harta atau mungkin mendapatkan harta. Yang saya ingkari adalah orang-orang yang memastikan kalau sedekah sebesar A maka akan dibalas dengan 10 kalinya. itu yang saya ingkari karena tidak ada kepastian mengenai itu. Bahkan pada orang yang awalnya “kurang ikhlas” sekalipun sebagaimana saya berikan contoh diatas
]]>kita mesti tau dan lihat ternyata banyak saudara kita yg mencari dan meminta kekayaan dengan jalan yang jelas salah, datang ke dukun, paranormal, dll.lalu kira-kira apa yang mesti kita perbuat jika melihat teman/saudara kita spt itu.
jika saudara mampu menjelaskan maka jelaskan dengan cara yang baik entah itu dengan bicara langsung atau memberikan artikel dari ulama yang membahas masalah ini. Jika tidak mampu maka doakanlah akan orang itu diberi petunjuk
. lalu kemudian ada saudara kita yg lain datang untuk mengajarkan tentang sedekah bisa melipatgandakan harta kita, klo itu salah juga, lalu apa yg harus kita lakukan?
menjelaskan sebisa mungkin dengan cara yang baik
apa solusinya hanya berdo’a? sementara kebutuhan semakin hari semakin meningkat termasuk hutang, dan wajib pajak
doa itu adalah bentuk permintaan kepada Allah yang tentunya disertai ikhtiar (berusaha) semampu kita. Karena dulupun saya pernah terkena masalah lumayan serius gara2 hutang setidaknya saya bisa memahami posisi pada level itu bahkan dianggap sinis sampai dianggap durhaka pada orang tua (tentu saja bukan orang tua saya yang berpikir demikian tapi orang lain yang terlibat dalam masalah ini karena kebetulan yang meminjam uang tersebut orang tau juga ikut). Tapi Alhamdulillah 4 bulan kemudian posisi berbalik 180 derajat, bukan cuma bisa membayar hutang bahkan alhamdulilah bisa membantu ekonomi orang tua. Tapi ya itu berusaha, uang tidak turun dari langit hanya karena kita berdoa. Tapi uang bisa datang dari asal yang tidak kita sangka2
]]>ini bisa berbahaya sekali karena akan banyak umat berlomba-lomba sedekah hanya untuk kaya saja akan terkena ayat maupun hadits yang membahas mengenai mereka yang beramal akhirat untuk dunia. Sedekah adalah suatu ajaran yang mulia disisi Allah bukan ajaran untuk mendapatkan harta berlimpah.
kita g akan bisa bersedekah dengan ikhlas bahkan g tau ikhlas itu gimana klo g pernah berlatih, mungkin mas yang punya blog udah ngerti n tau ikhlas itu gimana terutama niat sedekahnya juga dah bagus insyaAllah ya.
gampang, coba saja anda masukkan 100 ripuah ke kotak amal. merasa berat hatikah ? kalau tidak coba masukkan 200 rupiah , merasa berat hatikah ? dan seterusnya. buat latihan plus shadaqah jarizah khan ?. Nggak usah memaksa memberikan 100 ribu kalau memang hati masih berat plus jangan berpikir nanti balik uang 10 kali lipat karena sedekah ikhlas dapat pahalanya pasti dapat pahala dunianya belum pasti tergantung kehendak Allah.
apakah islam pernah mengajarkan kita hidup miskin didunia?
tidak, justru menurut islam yang kaya itu lebih baik daripada yang miskin sebagaimana pernah ada hadits beberapa shahabat yang miskin mengeluh karena mereka tidak bisa bersedekah sebagaimana yang kaya kemudian Rasulullah menjawab bahwa itu kelebihan mereka (kaya).Gimana mau haji kalau kita miskin ? gimana mau qurban kalau kita miskin ?
apakah kita sendiri sudah terbiasa bersedekah?
kalau saya sendiri tidak terlalu sering, lebih banyak bersedah kalau ada yang membutuhkan
salahkah jika saya berdo’a, melakukan amalan wajib & sunnah kemudian bersedekah untuk mengharapkan kekayaan dunia?
kalau anda sholat kemudian setelahnya berdoa meminta kekayaan maka boleh2 saja. Tapi sholatnya ikhlas bukan karena minta kekayaan tadi. Minta kekayaannya di doa’nya dan jangan kemudian dengan “Yakin” nya Allah akan pasti member kekayaan. Allah maha bijaksana atas keputusannya memberikan kekayaan atau tidak.
Untuk sedekah memang ada perintah sedekah untuk “meberi berkah” pada hartanya. Bisa jadi harta itu bertambah bisa jadi berkurang tapi berkahnya yang bertambah sebagaimana ungkapan Imam An Nawawi diatas tentang adanya berkah yang “abstrak”.
atau meminta ke paranormal?
meminta ke paranormal hukumnya adalah syirik kepada Allah dan hendaknya orang yang melakukan bertaubat didunia
]]>kita mesti tau dan lihat ternyata banyak saudara kita yg mencari dan meminta kekayaan dengan jalan yang jelas salah, datang ke dukun, paranormal, dll. lalu kira-kira apa yang mesti kita perbuat jika melihat teman/saudara kita spt itu.. lalu kemudian ada saudara kita yg lain datang untuk mengajarkan tentang sedekah bisa melipatgandakan harta kita, klo itu salah juga, lalu apa yg harus kita lakukan? apa solusinya hanya berdo’a? sementara kebutuhan semakin hari semakin meningkat termasuk hutang, dan wajib pajak
]]>kita g akan bisa bersedekah dengan ikhlas bahkan g tau ikhlas itu gimana klo g pernah berlatih, mungkin mas yang punya blog udah ngerti n tau ikhlas itu gimana terutama niat sedekahnya juga dah bagus insyaAllah ya.
apakah islam pernah mengajarkan kita hidup miskin didunia?
apakah kita sendiri sudah terbiasa bersedekah?
atau kita termasuk orang yang pelit?
salahkah jika saya berdo’a, melakukan amalan wajib & sunnah kemudian bersedekah untuk mengharapkan kekayaan dunia?
atau meminta ke paranormal?
Urusan sedekah kita diganti dengan harta atau tidak biarlah Allah yang ngurus, pokoknya kita sedekah aja dengan niat ibadah, urusan harta yang kita sedekahkan diganti atau tidak sama Allah LUPAKAN SAJA!!!
]]>saya tidak menyalahkan anda kalau bersedekah juga berdoa agar dilancarkan rizki dan lain-lain. Ada dasar shahih yang saya ketahui mengenai ini. Cuma ingat bahwa hal pertama yang didahulukan adalah karena mencari ridho Allah sedangkan masalah mendapat dunia kita serahkan pada Allah. Alhamdulillah sayapun sudah banyak mendapatkan “keajaiban” dari Allah dikala saya sedang kepepet. Kalau saya bersedekahpun saya sering minta didoakan orang yang disedekahi agar dilancarkan rizki. Tapi tidak kemudian saya bawa sampai mimpi2 kapan sedekahnya akan kembali.
Ingat sedekah yang dibalas itu ada dua kemungkinan :
1. Di lulu (dalam bahasa indonesia diberikan kemudahan/nikmat yang banyak setelah itu dijatuhkan dengan sangat) bahkan Allah berfirman tidak akan dikurangi sedikitpun bagian dunianya hanya diakhirat termasuk orang yang merugi (masuk neraka)
2. Memang diberi kemudahan karena sedekahnya dan sudah pasti syarat pertama adalah ketika sedekah harus ikhlas jika tak ada imbal balik pun ikhlas.
pada saat sedekah anda masuk yang mana ?
“Bagaimana sikap kalian apabila datang sebuah fitnah yang membuat orang-orang dewasa menjadi pikun, anak-anak menjadi tua dibuatnya, dan manusia menganggapnya sunnah, apabila ditinggalkan maka dikatakanlah, “Sunnah telah ditinggalkan.” Mereka bertanya, “Kapankah itu terjadi?” Beliau menjawab, “Apabila telah wafat para ulama kalian dan meninggal para pembaca kalian, sedikitnya orang-orang faqih kalian, banyaknya para pemimpin kalian, sedikitnya orang-orang yang amanah, dunia dikejar dengan amalan akhirat, ilmu selain agama dipelajari secara mendalam” [HR. Darimi 1/64, al-Hakim 4/514 dengan sanad hasan shohih.]
bukankah Rasulullah mengatakan dunia dikejar dengan amalan akhirat adalah hal yang buruk ?
]]>Kita juga harus maklum kalau banyak diantara orang miskin yang akhirnya menggantungkan diri pada sedekah kita, itu hak mereka, dan pilihan hidup mereka, karena barangkali mereka juga already tired of their own life, but I’m not.
Tidak usah terlalu jauh memberi sumbangan kepada yayasan yang berasal dari kecamatan lain / kota lain. sedangkan di kecamatan anda sendiri masih banyak kepala keluarga yang kesulitan untuk memberi makan anak-anaknya…
Do it now… and don’t blame the situation…
]]>Saya hanya ingin sekedar sharing, Allah Maha Tahu dan Maha Pengampun atas segala keinginan dan keserakahan saya akan harta duniawi dan pasti akan memberi yang terbaik bagi kami sekeluarga… itu yang saya yakini.
Setiap kali saya bersedekah, selalu saya niatkan untuk mohon agar bahagia dunia akhirat, segera diberi rumah usaha, tidak ngontrak lagi, diridhoi bisnisnya, diberi keselamatan dari segala bencana alam dan bencana manusia, diberi harta yang berkah melimpah ruah agar bisa semakin banyak membantu kaum dhuafa dan anak-anak yatim yang semakin banyak mondok di pesantren.
Puncak sedekah saya terjadi di tahun 2007, karena bener2 sudah kepepet , rumah kontrakan akan habis bulan juni 2008 dan tidak boleh diperpanjang lagi…. bagaimana nasib karyawan2 saya ya Allah….
Pertengahan bulan ramadhan 2007 (tanggal 15 November) saya memulai “memaksa” diri untuk memperbanyak ibadah sholat sunnah dan memperbanyak rokaatnya. Dimulai dari Sholat Tahajud 12 rokaat tiap jam 3 pagi (kadang cuma bisa 2 rokaat aja karena bangunnya terlambat, itupun tidak sempat witir), dilanjutkan sholat dhuha 8 rokaat jam 10 pagi dan menambah sholat rawatib qobliah+ba’diah, juga berdzikir asma Allah ratusan kali.
Saya berniat melakukan hal ini selama 40 hari nonstop, saya tidak tahu apakah niat saya ini tepat atau tidak… semua saya serahkan kepada Kebijakan Allah.
Tentang harta, di bulan ramadhan 2007 saya memutuskan untuk menghapus semua hutang teman-teman kepada saya… (kecuali hutang untuk keperluan bisnis)
Kemudian zakat, infaq, sedekah saya salurkan seluruhnya tanpa sisa.
Saya juga mengikuti pelatihan sholat Tahajud di sebuah Hotel… agar bisa meningkatkan kualitas Tahajud saya.
Tentang orang tua, saya sudah mendaftarkan ibu saya untuk naik Haji di tahun 2007
Subhanallah, 12 Desember 2007 Allah mengabulkannya, saya bisa membeli rumah dengan harga murah (jauh di bawah harga pasaran), dan hanya berjarak 5 rumah saja dari kontrakan saya. Proses transaksi hanya terjadi 15 menit… seperti beli pisang goreng deh… Subhanallah
Ibu saya pun bisa berangkat haji dengan tenang, dan tidak jadi mengadu di tanah suci… berganti menjadi ucapan syukur yang tiada berhingga atas limpahan nikmat dan kemudahan yang diberikan kepada kami sekeluarga.
Saran saya, kalau mau berdialog dengan Allah janganlah membatasi diri, jangan setengah-setengah, curhat saja apa adanya kepada-Nya, lakukan semua semaksimal mungkin, biarkan Allah yang menilai keikhlasan hati kita. Saya yakin setiap orang pasti punya standar maksimal bagi dirinya sendiri.
Saya tinggal di Semarang, kalo ingin mengunjungi rumah “ajaib” bukti KeMahamurahan Allah, silakan email saya di ip20@telkom.net, akan saya beri alamatnya.
Semoga share saya ini bisa bermanfaat
]]>