Home » Opini

Be Brave but Don’t Be Reckless

25 July 2009 One Comment

Waduh judulnya kok pakai bahsa inggris ya, jangan-jangan iklan nih. Percayalah ini bukan sebuah iklan blog yang biasa pada pay per post para blogger. Dalam bahasa indonesia kurang lebih artinya adalah “Jadilah Pemberani Tapi Jangan Gegabah”. Dalam menghadapi suatu masalah atau tantangan manusia kalau diringkas bisa menjadi 3 bagian (teori karanganku saja) yaitu pesimistic, confidence, over confidence.

Pesimistic

Tipe pesimistic cenderung apatis terhadap tantangan baru apalagi kalau dia merasa “blank” dengan masalah/tantangan tersebut. Orang pesmistic bukanlah orang yang bodoh, hal bodoh yang dilakukannya adalah tidak percaya pada kemampuan dirinya sendiri sehingga potensi-potensi dalam dirinya tenggelam tertutupi oleh rasa takutnya. Ciri yang dominan dari tipe pesimistis ini adalah ketika dia mendapatkan suatu masalah/tantangan seolah-olah dia sudah merasa buntu terhadap penyelesaian masalah. Sikap apatis dalam dirinya sudah terlanjur menjustifikasi bahwa saya tidak bisa melakukan ini tanpa menelaah lebih lanjut.

Untuk memperbaiki sikap seperti ini yang pertama dilakukan adalah ketika menerima masalah harus diusahakan menganalisa masalah dulu baru berusaha mencari jalan keluar. Jangan sungkan untuk meminta saran kepada orang lain apalagi dari orang terdekat untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Jangan terlalu memperkirakan kemungkinan yang terjadi sampai detail-detail yang sepele yang kemungkinan terjadi sangat kecil. Banyak orang mundur dari mencoba melalui masalah hanya karena perhitungan yang terlalu njlimet sehingga berat mengambil keputusan.

Confidence

Tipe orang ini adalah ketika menerima suatu tantangan/masalah maka yang dipikirkan pertama kali adalah penjelasan mengenai masalah tersebut lebih detail. Dari hasil analisa itulah keputusan apa yang akan diperbuat diambil.

Over Confidence

Tipe ini tidaklah lebih baik daripada tipe pesimistis. Tipe over confidence cenderung main terjang saja terhadap permasalahan/tantangan. Kurang memperhatikan faktor permasalahan justru membuat tipe orang seperti ini malah menimbulkan masalah abru akibat penyelesaian masalah yang tidak pada tempatnya.

so, anda tergolong tipe yang mana ?

One Comment »

  • patembe said:

    Saya, terus terang, kadang-kadang menjadi orang over-convidence… :(
    walaupun kadang-kadang juga jadi pesimistic :(( *aneh yah*

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> <pre lang="" line="" escaped="">

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.